Home - 2020

Year: 2020

Kisah Masyarakat Dayak Iban Jaga Rimba Kalimantan

Posted on August 30, 2020 in Uncategorized

Masyarakat Dayak

Masyarakat Dayak Selama puluhan tahun, masyarakat adat Dayak Iban Sungai Utik di Kalimantan selalu gigih menjaga kelestarian hutan. Mereka berbekal aturan adat dalam mengatur pengelolaan hutan. Sedangkan untuk melawan korporasi perusak hutan, mereka bermodalkan keberanian.

Masyarakat Hukum Adat Dayak Iban Menua Sungai Utik adalah mereka yang sebagian besar tinggal di sebuah rumah betang (rumah sepanjang 214 meter), di Dusun Sungai Utik, Desa Batu Lintang, Kecamatan Embaloh Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Warga Dusun Sungai Utik yang berjumlah 270 jiwa (81 Kepala Keluarga) itu selalu bahu membahu menjaga hutan adat yang luas sekitar 94 ribu hektare lebih.

Nasrudin Ansori, dalam buku catatan perjalanannya yang berjudul Jelajah Kalimantan( 2016), mengatakan, Masyarakat Dayak Iban Sungai Utik mengelola hutan adat yang sangat lebat itu dengan membagi peruntukkannya. Pertama, ada hutan produksi yang boleh dimanfaatkan masyarakat adat asalkan tetap berlandaskan aturan adat.

Aturannya mengedepankan pelestarian hutan. Misalnya, pohon yang boleh ditebang hanya yang sudah berdiameter 30 sentimeter. Tiap kepala keluarga hanya diizinkan menebang 30 pohon dalam satu tahun.

Setelah menebang pohon, dia juga harus menggantinya dengan menanam pohon baru, kata Herkulanus Sutomo Mana, salah satu warga Dayak Iban Sungai Utik, kepada Republika. Jika melanggar aturan tersebut, akan dikenakan sanksi adat berupa denda Rp 500 ribu per orang.

Anggota masyarakat adat Dayak Iban Sungai Utik sedang berada di kawasan hutan adat mereka di Dusun Sungai Utik, Desa Batu Lintang, Kecamatan Embaloh Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Hutan adat dengan luas sekitar 9. 480 hektare itu telah mendapat pengakuan dari negara, lewat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pada 20 Mei 2020. (Dok. Pribadi/ Herkulanus Sutomo Mana)

Melawan Perusak Hutan

Kedua, ada hutan cadangan yang hanya boleh dimanfaatkan ketika hutan produksi sudah menurun stok kayunya. Menurut Bandi Anak Ragai alias Apai Janggut, tokoh masyarakat Dayak Iban Sunagi Utik, pohon hanya boleh ditebang untuk kepentingan pribadi saja. Tidak untuk diperjualbelikan secara massal.

Ketiga, ada hutan lindung yang tak boleh sama sekali diganggu. Meski hanya menebang satu tumbuhan pun tetap saja diharamkan. Sebab, hutan ini berfungsi menjaga sumber air, habitat binatang liar, dan mencegah abrasi sungai.

Hutan adalah harta karun bagi manusia termasuk warga Sungai Utik. Jika hutan rusak, sungai tercemar dan binatang pergi, kemana lagi kami menggantungkan kehidupan kami di desa ini? tutur Apai Janggut sebagaimana dilansir Nasrudin.

Masyarakat Dayak Iban Sungai Utik sudah sejak tahun 80- an berjibaku melawan para perusak hutan, terutama di kawasan hutan adat. Sekitar 40 tahun mereka menjaga hutan adat dari pembalakan liar maupun rayuan korporasi sawit.

Sudah banyak pengusaha perkebunan kelapa sawit yang mendekati Sungai Utik, namun kami tetap kokoh menolak perkebunan sawit di wilayah ini, kata Apai Janggut kepada Nasrudin( hlm. 265).

Berkat kegigihan dan keberhasilan dalam menjaga hutan, masyarakat Dayak Iban Sungai Utik meraih berbagai penghargaan bergengsi. Salah satunya adalah Equator Prize 2019 dari United Nations Development Programme (UNDP) di New York, Amerika Serikat, pada 24 September 2019.

Anggota masyarakat adat Dayak Iban Sungai Utik sedang berada di kawasan hutan adat mereka di Dusun Sungai Utik, Dusun Batu Lintang, Kecamatan Embaloh Hulu, Kabupaten Kapuas Asal, Kalimantan Barat. Hutan adat dengan besar dekat 9. 480 hektare itu sudah menemukan pengakuan dari negara, melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pada 20 Mei 2020.- (Dok. Pribadi/Herkulanus Sutomo Mana)

Perjuangan Masyarakat Dayak

Setahun berselang, harapan warga Dayak Iban Sungai Utik pula jadi kenyataan. Pengakuan hutan adat, yang telah mereka perjuangkan sejak 1998, akhirnya disahkan negara pada 20 Mei 2020.

Berdasarkan surat keputusan (SK) yang disahkan Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, hutan adat itu diresmikan kepada Masyarakat Hukum Adat Dayak Iban Menua Sungai Utik Ketemenggungan Jalai Lintang. Pengakuan diberikan atas hutan dengan luas sekitar 9. 480 hektare atau hampir setara dengan 2 kali luas Jakarta Pusat (4. 813 hektare).

Menurut Herkulanus Sutomo Mana, salah satu warga Dayak Iban Sungai Utik, masyarakat sangat senang atas pengakuan itu. Mereka tak perlu cemas lagi dalam mengelola hutan adat. Tidak seperti sebelumnya di mana pengelolaan hutan adat kerap berbenturan dengan hak yang dikeluarkan pemerintah seperti HPH (hal pengusahaan hutan), perkebunan dan pertambangan.

Sekarang sudah ada kepastian hukum. Tidak ada alas hukum lagi yang bisa diserahkan negara kepada investor atau segala macam, ungkap Sutomo yang juga menjabat sebagai Ketua Serakop Iban Pinggiran. Ia pun berharap hutan adat milik masyarakat adat Dayak Iban Sungai Utik akan semakin lestari ke depannya. Sebab, hutan adalah segalanya bagi mereka.

Hutan adalah Bapak karena hutan menyediakan makanan. Tanah adalah Ibu karena telah melahirkan tumbuh-tumbuhan dan pepohonan yang ada di sekitar kita. Air adalah darah kami, ibarat darah di dalam tubuh manusia. Semuanya ini harus di jaga dan di pelaihara demikian filosofi hidup masyarakat Dayak Iban Sungai Utik sebagaimana disampaikan Herkulanus Sutomo. 

Inilah Ciri-Ciri Warga Kaum Dayak Dengan Khas Dan Adatnya

Posted on August 30, 2020 in Uncategorized

Kaum Dayak

Kaum Dayak Kaum Dayak ialah suatu kaum di Indonesia yang berumah di area banat Kalimantan. Kehidupan yang kuno serta jauhnya dari akses data garis besar jadi karakteristik khas mereka. Tetapi berasal dari sana, terdapat suatu yang menarik buat dikenal. Salah satu perihal yang amat menarik buat dipelajari merupakan kultur mereka.

Adat istiadat yang dipunyai oleh Kaum Dayak amat jelas ialah, nampak dari gimana metode mereka berpakaian, gimana metode mereka menempuh kehidupannya, dan seremoni atau ritual yang mereka jalani. Tidak hanya itu, mereka pula mempunyai bahasa khas serta tarian-tarian Dayak. Bermacam berbagai adat istiadat inilah yang jadi warna kultur mereka.

Dayak dengan cara kaidah bahasa sesungguhnya bukan julukan buat suatu kaum. Gelar orang Dayak dalam bahasa Kalimantan pada biasanya berarti orang banat, yang mana mereka jauh dari kehidupan kota. Panggilan orang Dayak tidaklah dikhususkan pada satu kaum saja, namun bermacam berbagai kaum. Bagaikan ilustrasi, Dayak Kenyah, Dayak Tunjung, Dayak Punan, serta puluhan anak kaum yang lain.

Saat sebelum mangulas lebih jauh hal kultur kaum yang satu ini, hingga butuh kita tahu lebih dahulu gimana kisah mereka. Dengan mengenali gimana kehidupan mereka di era kemudian, kita hendak ketahui kenapa mereka mempunyai karakteristik khas adat yang berlainan dari suku- suku yang lain. Selanjutnya kisah Kaum Dayak yang menarik buat dikenal.

 Kisah Kaum Dayak Di Era Lalu

Kabarnya, nenek moyang Kaum Dayak berawal dari sesuatu negara dengan julukan Yunan di area Tiongkok. Mereka ialah generasi dari keluarga kerajaan Tiongkok yang hadapi kegagalan dalam peperangan, yang mana mereka berupaya mengamankan diri dengan beralih tempat sampai hingga di Pulau Kalimantan.

Berikutnya, mereka merasa aman bertempat bermukim di pulau itu. Tetapi terdapat guncangan berat yang mereka rasakan sesudah peperangan dimana mereka sungkan serta khawatir buat berjumpa dengan kelompok- kelompok warga ataupun masyarakat manapun.

Mereka amat takut apabila peperangan hendak terulang kembali, alhasil bisa menimbulkan kaum mereka musnah. Dari situlah para kakek moyang mereka membuat larangan buat tidak berjumpa dengan golongan manapun yang berlainan dari golongan mereka.

Kehidupan golongan Dayak sepanjang bertahun-tahun setelah itu mempunyai sebagian kemajuan. Sebagian anak kaum dari kaum Dayak telah ingin menjalakan komunikasi dengan banyak orang yang berlainan dari golongan mereka.

Tetapi sedang terdapat anak kaum yang senantiasa menjaga tradisinya di era kemudian, dimana mereka senantiasa haram buat menjalakan komunikasi dengan banyak orang di luar mereka. Seperti itu sejenak kisah yang bisa kamu tahu mengenai Kaum Dayak.

Bermacam berbagai gairah yang mereka natural di era kemudian membuat mereka mempunyai adat- istiadat yang kuno serta mempunyai pantangan- pantangan khusus. Tidak hanya kisah, kebudayaan- kebudayaan mereka amat menarik buat dipelajari. Ada bermacam berbagai kultur mereka yang bisa dipaparkan selanjutnya ini.

Kultur Yang Dipunyai Kaum Dayak

Kaum dayak mempunyai sebagian kultur yang tidak bebas dari kisah terdapatnya kaum ini. Terdapat sebagian berbagai kultur yang dipunyai oleh

1. Busana Adat

Busana adat yang dikenakan dipecah jadi 2, ialah busana adat buat kalangan pria serta busana adat buat kalangan wanita. Buat kalangan pria, busana adatnya dikenal sapei sadaq.

Ciri-cirinya ialah mengenakan ikat kepala yang dibuat dari pandan, serta biasanya dipakai oleh golongan orang berumur. Pimpinan yang dikenakan ialah berbentuk pakaian rompi serta bawahannya berbentuk cawat ataupun yang diucap dengan abet kaoq, dan mandau yang mereka ikat pada bagian pinggang.

Sedangkan buat busana perempuan dikenal dengan Ta’ a. Busana ini bermotif tidak jauh berlainan dengan busana adat pria. Yang melainkan cumalah pimpinan pakaian mereka yang diucap dengan sapei inoq serta bawahannya yang berbentuk rok. Buat wanita, semua bajunya dihiasi dengan bermacam manik- manik yang menawan.

2. Rumah Adat

Rumah adat warga Dayak dikenal dengan rumah Betang ataupun rumah Jauh. Ialah rumah adat khas Kalimantan yang bisa kamu temui di area arah Kalimantan, ataupun persisnya di wilayah asal bengawan yang ialah pusat tempat bermukim dari warga Dayak.

Wujud serta dimensi dari rumah Betang beragam di bermacam tempat. Terdapat rumah Betang yang panjangnya sampai menggapai 15 m serta lebarnya 30 m. Pada biasanya, rumah Betang terbuat dalam wujud pentas serta dengan ketinggian sampai menggapai 5 m.

Rumah Betang yang terbuat besar difungsikan buat bertahan dari banjir yang mengecam di wilayah asal. Adat rumah Betang ialah sesuatu bayangan kebersamaan dampingi warga Dayak serta sistem ketentuan yang legal merujuk pada hukum adat yang disetujui bersama.

Baca Juga : Peradaban Amerika Kuno Maya, Aztek Serta Inca

3. Gaya Tari Adat

Gaya tari adat kaum Dayak terdiri jadi 3 berbagai, ialah Tari Hudoq, Tari Leleng, serta Tari Kancet Papatai. Tiap-tiap gaya tari mempunyai karakteristik khas serta arti yang berbeda-beda.

Tari Hudoq ialah bagian ritual yang dilaksanakan sehabis menanamkan antah oleh kaum Dayak Bahau serta Dayak Modang. Inti dari gaya tari ini dicoba buat mengenang pelayanan atau dedikasi para kakek moyang mereka.

Tari Leleng ialah gaya tari wanita dari Dayak Kenyah yang menggambarkan mengenai seseorang wanita yang bernama Utan Along dimana ia hendak dikawinkan dengan cara menuntut dengan seseorang anak muda yang tidak dicintainya, alhasil Utan Along melarikan diri mengarah hutan.

Tari Kancet Papatai ialah gaya tari perang dengan cerita salah seseorang bahadur Dayak Kenyah yang tengah bertarung melawan kompetitor. Seni gaya tari ini berbentuk aksi yang akas, penuh antusias, dan gesit serta bagus diamati.

4. Perlengkapan Musik

Dayak pula mempunyai perlengkapan nada khas yang kerap dimainkan. Sebagian antara lain merupakan Garantung (gong) ialah perlengkapan nada terbuat dari materi-materi metal, serta Gandang (rebana)

Ialah perlengkapan nada buat mendampingi tarian-tarian dan lagu-lagu yang dinyanyikan. Tidak hanya itu, Dayak pula mempunyai perlengkapan nada hembus khas yang dibuat dari materi yang berlainan, ialah Kalali, Tote, serta Seruling Balawung.

5. Seremoni Adat Kaum Dayak

Seremoni adat yang populer dari warga Dayak merupakan seremoni Tiwah, ialah ialah ritual yang dicoba buat membawakan tulang orang yang sudah tewas ke Antuk (rumah kecil) yang sudah terbuat. Untuk Dayak, seremoni Tiwah ialah seremoni yang amat keramat.

Seremoni ini pula diiringi dengan tarian-tarian, suara gong, dan hiburan yang lain. Terdapat pula upacara-upacara lain yang dicoba, semacam seremoni pembakaran bangkai, menyongsong kelahiran anak, serta pemakaman bangkai.

6. Bahasa Adat

Bahasa asal- usul Kaum Dayak merupakan bahasa Austronesia yang masuk dari bagian sisi utara Kalimantan, yang mana berikutnya menabur mengarah arah timur sampai masuk pada zona banat, gunung- gunung, dan pula- pulau di Samudera Pasifik.

Berikutnya bahasa- bahasa warga Dayak bertumbuh bersamaan dengan datangnya banyak orang Melayu serta banyak orang dari tempat lain. Alhasil warga Dayak dikala ini diperkirakan mempunyai banyak bahasa bersamaan dengan datangnya kelompok- kelompok dari area lain.

7. Makanaan Khas

Dayak pula mempunyai santapan khas, antara lain Juhu Singkah (rotan belia), Karuang (sayur-mayur dari materi ketela pohon), ataupun Wadi (santapan berbahan ikan). Makanan-makanan itu diperoleh serta dikhaskan dari menulusuri obyek-obyek yang terdapat di hutan. Dayak pula memahami bumbu-bumbu masak yang amat simpel.

Seperti itu sebagian kisah serta kultur Kaum Dayak yang bertempat bermukim di banat Kalimantan. Bagaikan salah satu kaum yang terdapat di Indonesia, Dayak mempunyai adat yang amat menempel dalam kehidupannya.

Dayak pula tidak bisa dilepaskan dengan memo sejarah yang membuat karakteristik khas tertentu dalam tradisinya. Oleh sebab itu, dengan menekuni lebih mendalam hal Kaum Dayak, kita bisa mengenali kenapa kultur mereka berlainan dengan suku-suku yang lain. 

Peradaban Amerika Kuno (Maya, Aztek Serta Inca)

Posted on August 30, 2020 in Uncategorized

Peradaban

Peradaban Amerika Dengan cara geografis, area Amerika dibagi jadi 3 bagian ialah Amerika Utara, Amerika Tengah, serta Amerika Selatan. Ketiganya tersambung oleh satu susunan pegunungan besar yang menjulur dari utara ke selatan. Daratan Amerika sudah mempunyai peradaban saat sebelum datangnya bangsa Barat ke daratan Amerika. Amerika didiami oleh kaum Indian yang diperkirakan berawal dari Asia yang menyebrangi antara Behring. Pada era awal Kristen, di Amerika sudah bertumbuh kultur berumur yang maju saat sebelum kehadiran bangsa Spanyol pada era ke 16 Meter.

Peradaban Bangsa Aztek (1298-1521 M)

A. Posisi Serta Situasi Geografis

Bangsa Aztek ialah bangsa pengembara yang datang di area ngarai Meksiko pada era ke 3. Mereka berikutnya hingga di situ berawa yang terdapat di selatan Texcoco. Pengembaraan bangsa Aztek selesai kala mereka sukses meningkatkan adat-istiadat pertanian dengan mengganti rawa-rawa jadi cerang produktif yang mereka ucap bagaikan cinampa.

B. Situasi Sosial-Politik

Bangsa Aztek diketahui bagaikan bangsa yang senang bertarung. Tujuan bertarung bangsa Aztek merupakan memperoleh narapidana buat dihidangkan bagaikan persembahan persembahan dalam ritual yang mereka yakini. Tidak hanya itu mereka pula membuat kuil-kuil buat tempat penyembahan. Bangsa Aztek mendirikan suatu kuil besar pada tahun 1320 di Tenochtitlan yang dijadikan tempat bersih sekalian pusat rezim.

Kota ini dipecah jadi 4 area serta tiap area ditempati oleh keluarga yang berlainan. Penguasa awal Tenochtitlan ialah seseorang pendeta yang bernama Tenoch yang tewas pada tahun 1370. Bangsa Aztec mempunyai kesatuan angkatan yang mereka namakan Kesatria Elang serta Kesatria Jaguar. Mereka merupakan angkatan yang senantiasa terdapat di garis depan bagus buat melanda atau menjaga diri.

C. Kehidupan Budaya & Sistem Keyakinan Serta Religi

pokerpelangi Dalam keyakinan yang danut oleh bangsa Aztec, mereka yakin kalau mereka hidup pada era mentari kelima, ialah dikala dimana esok era ini hendak selesai. Supaya era akhir ini dapat ditunda, hingga mereka wajib melaksanakan seremoni persembahan buat mengasyikkan batin para dewa. Dewa paling tinggi yang mereka khidmat merupakan dewa mentari yang dikenal Huitzilopochtli. Wujud persembahan yang mereka kira mengasyikkan batin para dewa merupakan persembahan orang berbentuk darah orang serta jantung orang yang sedang hidup. Agama semacam inilah yang mendesak bangsa Aztec senang bertarung.

Ilmu Wawasan Serta Teknologi

Bangsa Aztec sudah memahami sistem catat menulis dengan memakai catatan piktograf yang mendekati dengan graf hieroglif yang diucap n’ ahuatl. Alfabet buat bahasa ini berbentuk lukisan. Catat menulis cuma dicoba oleh pakar serta pemimpin berpendidikan yang mendapatkn penataran pembibitan. Mereka menulis diatas kulit kusen ataupun kulit rusa. Mereka umumnya menulis memakai arang yang diwarnai memakai sayur- mayur serta zat-zat yang lain.

Peradaban Pada aspek pembelajaran, tidak hanya menekan orang berumur buat ceria anak, bangsa Aztek pula mempunyai sekolah biasa yang harus buat anak. Sekolah itu dibedakan bersumber pada status sosial serta kelamin. Anak laki-laki hendak dikirim ke Sekolah Calmecac dimana mereka hendak berlatih asal usul, astronomi, seni, metode menata serta mengetuai. Anak laki-laki dari golongan ksatria yang lebih kecil dikirim ke Sekolah Cuicacali yang fokus menyiapkan mereka bagaikan prajurit. Disisi lain anak-anak wanita dikirim ke sekolah-sekolah dimana mereka dianjurkan kewajiban dalam negeri, semacam memasak serta menenun.

Dalam aspek seni serta berolahraga, walaupun bangsa Aztec dikira buas, tetapi sesungguhnya merk merupakan orang-orang yang amat berseni. Mereka sanggup membuat gerabah serta arca dan menghasilkan lukisan-lukisan yang berseni. Dalam aspek berolahraga bangsa Aztec mempunyai berolahraga regu yang amat terkenal yang dikenal Ullamaliztli. Game itu memakai bola karet serta dimainkan di alun-alun yang dikenal Tlachiti.

Mereka pula mempunyai keahlian yang besar pada aspek arsitektur monumental semacam kastel, kuil– kuil, dan jalur raya. Peradaban Aztek hadapi kebangkrutan kala Hernan Cortes (1485-1547) seseorang prajurit serta kolonialis Spanyol yang tiba ke Meksiko. Hernan amat terkesan dengan gedung-gedung yang dibentuk oleh bangsa Aztek semacam kastel, kuil, serta jalur raya yang teratur.

Peradaban Bangsa Maya (300-1500 M)

A. Posisi Geografis

Peradaban Bangsa Maya menempai area Mexico Tengah. Bangsa Maya populer bagaikan bangsa yang pintar sebab telah mempunyai sistem rezim yang tertib. Imperium Maya hadapi era kesuksesan pada 250-900 Meter dimana kewenangan dari imperium Maya menghampar dari utara ialah Semenanjung Yukatan di Meksiko sampai di Peten, Guatemala. Imperium Maya melingkupi banyak negeri merdeka antara lain Palenque, Copan, Tikal, Chichen, Itza, serta Uxmal.

B. Situasi Sosial-Politik

Bangsa Maya sanggup menyelenggarakan rezim yang bagus dengan memakai sistem imperium. Tiap kota dipandu oleh atasan sendiri– sendiri. Mereka mendirikan tempat penyembahan serta pula melaksanakan persembahan persembahan berbentuk orang dalam ritualnya. Tidak tidak sering orang yang dikuburkan itu dimakamkan didalam kuil yang pada biasanya berupa mendekati dengan limas di Mesir.

C. Kehidupan Budaya & Sistem Kepercayaan

Bangsa Maya amat meluhurkan terdapatnya dewa. Ritual dikira berarti. Mereka memuja Dewa Jaguar ataupun dewa kucing yang dikira bagaikan penguasa bumi roh serta ikon kegagahan dalam peperangan. Bangsa Maya pula memuja dewa lain antara lain Itzamma ataupun dewa catatan yang berbentuk antara orang serta nanai.

Bangsa Maya merupakan bangsa awal di daratan Amerika yang memakai graf hieroglif buat menulis. Mereka menulis pada novel yang dibuat dari kulit kusen dengan mengukir, pada gedung kober serta pada pilar-pilar bambu.

Ilmu Wawasan Serta Teknologi

Peradaban Bangsa Maya mempunyai wawasan dalam aspek astronomi. Mereka mempunyai sistem penanggalan tertentu ialah almanak tahunan dengan jumlah 365 hari per tahun dan penanggalan yang cuma berjumlah 260 hari satu tahun yang mereka maanfaatkan bagaikan almanak bersih. Diucap almanak bersih sebab diperuntukkan meramal semacam memastikan hari yang pas buat seremoni berarti semacam perkawinan serta kelahiran. Bila seseorang anak lahir pada hari yang dikira sial, hingga seremoni pemberian anak hendak ditunda ke hari yang dikira bagus. Cuma para pendeta yang mempunyai keahlian memakai almanak khianat itu.

Bangsa Maya mempunyai kemampuan dalam aspek kedokteran yang luar biasa. Praktek pengobatan bangsa Maya memakai metode pencampuran benak, badan, agama, ritual serta ilmu wawasan. Aplikasi pengobatan dicoba oleh orang yang mempunyai keahlian yang diucap shamans. Shamans merupakan seseorang pakar penyembuhan ataupun pula dapat diucap bagaikan cenayang yang jadi perantara antara bumi jelas serta bumi roh. Sebagian belukar yang dipakai bangsa Maya dalam melenyapkan rasa sakit antara lain: peyote, tembakau, sebagian tipe jamur serta tumbuhan-tumbuhan yang menciptakan dampak semacam alkohol yang disantap semacam era saat ini.

Orang– orang bangsa Maya mempunyai kerutinan berolahraga ialah main bola yang dicoba 3000 tahun yang kemudian saat sebelum kehadiran Columbus ke daratan Amerika. Alun-alun yang dipakai main bola pula digunakan buat aktivitas yang lain semacam pementasan music, serta ritual keimanan. Game bola diucap pitz serta aktornya diucap ti pitziil. Berolahraga ini memakai bola yang ukurannya serupa dengan bola voli saat ini yang berbahan karet tebal serta berat.

Peradaban Bangsa Inca (500-1532 M)

A. Posisi Serta Situasi Geografis

Imperium Inca terdapat di area Peru, persisnya di dekat Situ Titicaca dekat pegunungan Andes. Penggagas imperium Aztec merupakan Manco Membasahi yang dikira bagaikan putra dari dewa mentari. Semenjak tahun 1200 Meter, bangsa Inca berumah di area yang menghampar dari Quito di sisi utara sampai ke Cile di selatan. Bangsa Inca menaiki area yang besar. Perihal ini cocok dengan keyakinan mereka dimana terus menjadi besar tempat mereka bermukim hingga terus menjadi dekat dengan tempat para dewa.

B. Situasi Sosial-Politik

Peradaban Bangsa Inca mempraktikkan sistem federal dimana suatu imperium terdiri dari bunda kota yang terdiri dari 4 area, ataupun dapat diucap suyu yang terdiri dari Chinchaysuyu, Antisuyu, Kuntisuyu serta Qullasuyu. Keempat area ini terdapat satu titik yang mengubungkan yang terletak di tengah yang dikenal kota Cusco.

Seperti itu karena kenapa mereka mengatakan kekaisaran Inca bagaikan Tahuantinsuyu ataupun Land of The Four Quarters, yang berarti wilayah yang mencakup 4 area. Suyu diperkirakan tercipta dekat 1460 sepanjang rezim Pachacuti. Pada 1468 Meter, bangsa Inca meluaskan wilayahnya disekitar Cusco yang saat ini diketahui dengan julukan Peru, Bolivia, Argentina utara, Cile serta Ekuador.

Area Inca menghampar dari utara ke selatan, melampaui pegununagn Andes ialah dari Kolombia sampai ke Cile, sebaliknya dari timur ke barat ialah dari Atacuma ke hutan Amazon. Kesuksesan Inca hadapi kejatuhan kala diserbu oleh bangsa Spanyol pada tahun 1521 pada era pemerinthan Francisco Pizzaro. Terdaftar kaisar terakhir dari bangsa Inca merupakan Attahualpa.

C. Kehidupan Budaya & Sistem Keyakinan Serta Agama

Bangsa Inca diketahui bagaikan bangsa yang religius. Dibekas area kekasiran Inca banyak ditemui gedung-gedung penyembahan. Para pakar guna- guna mendiami jenjang paling atas sebab mereka dikira sanggup membagikan proteksi dari arwah-arwah kejam. Mereka memuja dewa dunia yang bernama Pachamama serta dewa mentari yang bernama Virachoca. Orang Inca yakin kalau raja-raja imperium Inca mempunyai ikatan genealogis dengan dewa mentari.

Ada ritual yang dikenal seremoni capacocha ialah seremoni membagikan persembahan anak-anak pada para badan dengan agama kalau anak-anak yang mereka kurbankan hendak masuk ke bumi para dewa serta bermukim bersama mereka. Aset gedung bangsa Inca membuktikan kalau bangsa Inca mempunyai keahlian dalam perihal membuat gedung yang besar serta akbar. Lingkungan gedung bangsa Inca yang populer merupakan Machu Picchu yang terdapat di pegunungan Peru.

Diamati dari aturan posisi serta arsitekturnya, Machu Picchu diperkirakan ialah kediaman bangsa Inca yang saat ini jadi salah satu aset serta peninggalan bumi. Diperkirakan bangsa Inca membuat Machu Picchu pada tahun 1430 serta berakhir sehabis 30 tahun setelah itu, tetapi kurang dari 100 tahun bangsa Inca meninggalkannya. Hipotesa para periset hal kenapa bangsa Inca mengungsi diakibatkan terdapatnya wabah cacar saat sebelum kehadiran kolonialis Spanyol.

Ilmu Wawasan Serta Teknologi

Dalam aktivitas pertanian, bangsa Inca sudah meningkatkan suatu makmal yang diucap Moray yang dimaksudkan buat meningkatkan jenis yang sesuai di tabur di area lapangan besar Andes. Mereka pula meningkatkan aspek pertanian dengan sistem terasering. Tidak hanya itu mereka pula meningkatkan perlengkapan meluku memakai perlengkapan yang dibuat dari perunggu.

Top